Rabu, 13 Februari 2013

_CINTA_



Kini, mulai ku temukan cinta di setiap bait kata.
Ku temukan cinta dari hembusan nafas dunia.
Ku tau, cinta tak pernah berdusta.
Cinta tak memandang rendah tingginya manusia.
Cinta itu begitu polos apa adanya.
Dia datang karena ada jiwa yg berbeda, dan
selalu berusaha mempersatukannya.
Cinta adalah anugrah, anugrah terindah dari yang maha Esa.
Denyutnya ada disetiap detik dan waktunya.
Kau begitu indah.
Jangan pernah kau salahkan cinta.
Cintalah yg membuatmu dewasa, membuatmu bijak akan setiap masalah yg menimpa.
Setialah pada 1 cinta, 1 jiwa, dan 1 rasa.
Agar di setiap alur kekurangan yang ada, dapat di persatukan dan menjadi sebuah kesempurnaan yang semestinya.
 
_cinta_
09/01/2013

Selasa, 12 Februari 2013


_KETIKA CINTA DI LANDASI OLEH NAFSU_

Sungguh sebuah fenomena yang tak mengagetkan lagi, ketika seorang yang dilanda cinta secara berlebihan terhadap lawan jenis hingga harus merelakan sesuatu yang berharga dalam hidupnya. Entah itu harta, tahta bahkan kehormatan pun rela di serahkan.
Tak dapat di pungkiri pula, pergaulan pemuda saat ini memanglah terbilang luar biasa. Mengapa demikian?...
Sekarang banyak sekali contohnya di sekeliling kita, remaja SMP ataupun SMA sudah berani mengumbar kemesraan di berbagai tempat. Mereka tak lagi punya malu. Mungkin dulu harus mencari tempat-tempat khusus agar tidak terlihat banyak orang. Sekarang tempat umum pun bisa dijadikan mereka tempat untuk mengumbar kemesraan. Seakan-akan dunia ini hanya milik berdua saja. Sungguh ironi memang, ketika manusia termakan oleh gemerlapnya lampu sorot dunia, mereka menghalalkan segala cara. Seakan-akan kata-kata “Dosa” itu hanya di ibaratkan cerita mitos yang tak ada wujudnya, itu semua karena hanya demi sebuah keinginan hasrat nafsu semata.
Seperti kisah nyata yang terjadi kepada teman saya semasa SMK. Ia seorang yang baik, dan tak pernah neko-neko. Kesalahan yang terjadi pada kalangan remaja pada umumnya. Ia terlena oleh cinta dunia dan nafsu syahwat yang menyesetkan mata.
Kehormatannya direnggut oleh kekasihnya dengan memberikan janji kepadanya bahwa ia akan bertanggung jawab atas semua perbuatan yang ia lakukan kepadanya. Tapi semua itu hanya sebuah janji palsu demi memikat dan mendapatkan kenikmatan semata.
Setelah semua terjadi, ia telah mnyesali perbuatannya, tak hanya itu, ia juga menyesal telah mempercayai kata-kata lelaki itu. Kini ia ditinggalkan dan sang lelaki akan menikah dengan wanita lain. Namun semua telah terlanjur dan nasi sudah menjadi bubur.
Sebuah pengalaman yang sangat mengejutkan mata. ketika dimana ia semasa sekolah dikenal sebagai wanita baik-baik, sholehah dan gak neko-neko. Dan ironinya ia harus terjebak di lubang hitam yang menyesatkannya.
Memang sebuah gambaran yang bisa di katakan gambaran yang sungguh mencengangkan mata kita. Ketika seorang wanita harus rela melepaskan semua hak kepemilikannya demi kekasih yang ia cintai, bahkan kehormatannya pun tak ada nilainya sama sekali. Ketika cinta dilandasi oleh sebuah nafsu, saat itu pula manusia akan mulai kehilangan akalnya untuk berfikir jernih. Sesungguhnya cinta yang hakiki adalah cinta yang selalu menitiberatkan pada sang penciptanya dan jika manusia mencintai umatnya itu karena cintanya itu selalu tercurahkan kepada penciptanya, maka ia akan selamat dari hal-hal yang demikian.
Sering sekali seseorang menyalah artikan tentang cinta, cinta yang sesungguhnya adalah sebuah pintu untuk taaruf, saling mengenal dan memahami. Suatu jembatan untuk menuju keindahan hati.

Rabu, 21 November 2012

20 November 2012


Kau berjalan tanpa henti…
Setapak demi setapak kau telusuri jalanan tanpa tujuan yang pasti…
Tanpa rasa peduli, kau bertindak sesuka hati…
Pencarian sebuah kebebasan dan jati diri yang tak kunjung kau dapati…
Dengan pakaian yang kumuh dan dandanan yang rusuh, kau tetap bertekad mencari kepuasan hati…
Ooohhh sungguh…
Coretan tinta yang kau anggap itu sebuah seni, telah menghiasi tubuhmu saat ini…
Seperti halnya harapan yang mati, sebotol minuman keras yang senantiasa setia menemani…
Benci dan dendam karna tak pernah diperdulikan, selalu menyelimuti hati dan fikiranmu setiap waktu…
Dengan beralaskan kardus yang berserakan, kau tinggal di pinggiran jalan yang penuh debu…


-Anak Punk-
20 November 2012

Jumat, 19 Oktober 2012

RESAHKU


RESAHKU
Resah…
Kau datang dengan rasa yang tak biasa…
Suatu rasa yang sebenarnya tak ingin ku rasa, tapi…
Kau mulai menyusup masuk di hati dan relung jiwa…
Hati ini sungguh tak kuasa karena kedatanganmu yang tak terduga…
Resah…
Tak tau apa yang akan ku lakukan…
Tapi rasa ini sungguh tak mengenakkan…
Tak tahan aku untuk membelenggunya…
Rasa yang selalu menyesakkan dada…
Rasa ingin memeluk dan mencium keningmu di kala senja…
Sampai ku tertidur di pelukanmu untuk selamanya…
Resah…

Senin, 09 Juli 2012

Buku Pragmatik (Teori dan Analisis)


  1. Buku Pragmatik (Teori dan Analisis)

  1. Identitas Buku.
a. Judul : Pragmatik (Teori dan Analisis)
b. Penulis : Dr. Muhammad Rohmadi, M. Hum.
c. Penerbit : Yuma Pustaka
d. Tebal : 145
e. Tahun Terbit: 2010

    C. Isi Buku/Sinopsis.
Buku non fiksi ini berjudul Pragmatik (Teori dan Analisis). Buku ini ditulis oleh Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum. Beliau seorang Magister Humaniora dan Doktor bidang Linguistik dan Pragmatik.
Dr. Muhammad Rohmadi, M. Hum. Lahir di Sragen, 13 Oktober 1976. Buku Pragmatik (Teori dan Analisis) ini bukanlah satu-satunya hasil karya penulis. Akan tetapi, ada beberapa seluk beluk bahasa yang diterbitkan oleh Yuma Pustaka.
Secara global buku ini mengulas tentang Teori Pragmatik yang berkaitan dengan mengkaji maksud penutur dengan lawan tutur secara eksternal. Penutur dan lawan tutur dapat memanfaatkan pengalaman bersama (Background knowledge) untuk memudahkan kesepahaman. Buku ini mengupas teori-teori dasar konsep pragmatik dan implementasinya dalam konteks komunikasi yang akan membantu para linguist untuk memahami fitur-fitur pragmatik sebagai bagian dari linguistik.
Pragmatik adalah salah satu cabang ilmu bahasa yang masih tergolong baru, bila dilihat dari perkembangannya. Perkembangan pragmatik ini disebabkan karena semakin tingginya tingkat kesadaran dari para ahli bahasa terhadap pemahaman pragmatik, yakni bagaimana bahasa itu digunakan dalam komunikasi.
Pragmatik sendiri juga merupakan cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal, yakni bagaimana satuan kebahasaan digunakan dalam komunikasi. Jadi makna yang dikaji pragmatik adalah makna yang terikat konteks.
Dalam berkomunikasi antara penutur dan lawan tutur tidak akan pernah lepas dari wacana-wacana yang merupakan satuan tertinggi dan terbesar dalam hierarki gramatikal serta memahami wacana bahasa sebagai alat komunikasi.
Dalam pragmatik perlu diperhatikan dan dipertimbangkan duah hal, yaitu prinsip dalam wacana pragmatik dan kaidah dalam tata bahasa.
Lalu dalam menyampaikan suatu maksud dengan beraneka ragam tuturan harus senantiasa mempertimbangkan sejumlah aspek dalam studi pragmatik, yaitu penutur dan lawan tutur, konteks tuturan, tujuan tutur, tuturan sebagai bentuk tindakan atau aktivitas dan tuturan juga sebagai produk tindak verbal dalam setiap komunikasi. Dalam komunikasi itu pun akan terjadi peritiwa tutur. Terjadinya peristiwa tutur dalam komunikasi selalu diikuti oleh berbagai unsur yang tidak terlepas dari konteksnya. Dalam komunikasi itu sendiri tidak akan pernah lepas dengan adanya peranan tindak tutur.


Tindak tutur merupakan gejala sosial dan keberlangsungannya ditentukan oleh kemampuan bahasa si penutur dalam menghadapi situasi tertentu.
Analisis fenomena pragmatik, dapat kita temukan salah satunya pada surat kabar SOLOPOS. Dalam buku ini penulis juga menganalisis fenomena pragmatik melalui RWSNS.
RWSNS adalah salah satu kolom yang terdapat pada surat kabar SOLOPOS, sebagai wahana penyampaian tanggapan tentang berbagai permasalahan yang sedang aktual di kota Solo.


D. Tujuan pengarang dan tujuan resentator.

1. Tujuan pengarang.
a. Supaya pembaca dapat memahami secara lebih dalam tentang Teori dan Analisis Bahasa.
b. Supaya pembaca termotivasi untuk menganalisis seluk beluk tentang Bahasa.

2. Tujuan resentator.
a. Untuk mengetahui hakikat Pragmatik (Teori dan Analisis).
b. Supaya pembaca bisa dengan mudah memahami Pragmatik (Teori dan Analisis).


E. Harapan dan Saran resentator.

1. Harapan.
Semoga dengan resensi ini dapat mempermudah pembaca dalam mempelajari ilmu
Pragmatik (Teori dan Analisis). Sehingga dapat memotivasi para pembaca agar tertarik untuk melakukan Analisis tentang Bahasa.
2. Saran resentator.
Saran saya, untuk buku Pragmatik (Teori dan Analisis) lebih dijabarkan lagi.

F. Kesimpulan.
Pragmatik adalah studi kebahasaan yang terikat konteks. Dan konteks itu sendiri memiliki peranan kuat untuk menentukan maksud penutur dengan lawan tutur dalam berinteraksi.


Jumat, 08 Juni 2012

Resuman Abstrak Skripsi


ABSTRAK
BUDAYA BELAJAR MATEMATIKA SISWA INKLUSI
KELAS VI SD AL FIRDAUS SURAKARTA

Tri Zulaikah, (A410060146), Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2010, 72 halaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan budaya belajar matematika siswa inklusi yang meliputi budaya belajar matematika siswa inklusi dengan guru, budaya belajar matematika siswa mandiri, dan budaya belajar siswa inklusi bersama dengan siswa regular. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Informan adalah kepala sekolah, guru kelas, dan guru pendamping di SD Al Firdaus Surakarta. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara interaktif. Keabsahan data digunakan teknik trianggulasi. Hasil penelitian (1) budaya belajar matematika siswa inklusi dengan guru diantaranya adalah siswa belajar bersama guru pendamping khusus di luar jam pembelajaran, siswa akan lebih cepat menerima materi pelajaran dengan bantuan alat peraga, penerapan pembelajaran dengan sistem sentra; (2) budaya belajar matematika siswa mandiri diantaranya adalah siswa mengerjakan soal-soal latihan dari guru di dalam kelas maupun di luar kelas secara mandiri, satu bangku untuk satu siswa melatih siswa untuk bertanggungjawab terhadap diri sendiri dalam proses pembelajaran; (3) budaya belajar siswa inklusi bersama dengan siswa regular berjalan dengan baik, siswa inklusi belajar bersama siswa regular dalam satu kelas, siswa inklusi dan siswa regular membentuk kelompok belajar untuk menyelesaikan tugas, tidak ada kesenjangan dalam berinteraksi antara siswa inklusi dengan siswa regular.

Kata Kunci : Budaya Belajar, Siswa Inklusi

















Nama : Lukman Aris Widodo
Nim : A310110120
Kelas : 2C
RESUMAN ABSTRAK
BUDAYA BELAJAR MATEMATIKA SISWA INKLUSI
KELAS VI SD AL FIRDAUS SURAKARTA

Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan budaya pembelajaran matematika kepada para siswa yang meliputi budaya belajar matematika siswa inklusi dengan guru. Serta menciptakan budaya belajar matemetika secara mandiri, dan menciptakan pembelajaran belajar antara siswa inklusi dengan pelajar reguler. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Informan adalah kepala sekolah, guru kelas, dan guru pendamping di SD Al Firdaus Surakarta. Metode pengumpulan data ini dengan cara wawancara secara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara interaktif. Hasil penelitiannya yakni: (1) cara belajar matematika siswa inklusi dengan guru diantaranya adalah siswa belajar dengan guru pendamping khusus diluar jam pelajaran, namun siswa akan cepat mengerti bila diterangkan dengan alat peraga. (2) pembelajaran siswa secara mandiri adalah siswa mengerjakan soal-soal yang diberikan dari guru secara mandiri baik didalam kelas maupun diluar, dengan cara siswa duduk dibangku secara sendiri-sendiri, dengan cara itu pula agar para siswa lebih bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri dalam proses pembelajaran. (3) pembelajaran siswa inklusi bersama dengan siswa regular berjalan dengan baik, siswa inklusi belajar bersama siswa regular dalam satu kelas, siswa inklusi dan siswa regular membentuk kelompok belajar untuk menyelesaikan tugas.